kh
en
id
my
ph
th
vn
kh
EVOS SG juarai MPL SG Season 1 dengan mudah, ini alasannya
ONE Esports
23 ឧសភា 2021 10:19

EVOS SG meraih gelar MPL SG Season 1 dengan mudah.

EVOS SG berhasil menjuarai MPL SG perdana yang diselenggarakan Moonton. Tapi tak bisa dimungkiri, keberhasilan Soul Dkk kurang greget.

Bukan apa-apa, karena MPL Singapura terbilang baru, persaingan di sana pun jauh dari kata kompetitif. Langkah EVOS SG terlalu mudah. Mungkin hanya ada dua tim yang benar-benar bisa memberikan perlawanan yakni RSG SG dan Kingsmen.

EVOS SG yang diisi sebagian besar adalah pemain berpengalaman, otomatis memberikan level yang berbeda pula dari segi gameplay.

Ini perbedaan EVOS SG dan tim-tim Singapura lain

Ada beberapa pemain EVOS SG yang sebenarnya sudah berencana untuk pensiun. Season 1 bisa dianggap musim terakhir untuk beberapa pemain.

ONE Esports berkesempatan untuk mewawancarai kapten tim, Stefan “Soul” Ruchyi dan dia mengungkap perbedaan paling mencolok EVOS SG dengan tim lainnya.

Soul EVOS SG

Kredit: EVOS SG

“Hal yang buat kami sangat kuat musim ini tentu adalah pengalaman. Karena kita tahu bahwa di MPL Singapura EVOS SG dan RSG sudah kenyang pengalaman, bahkan internasional yang membuat kami beberapa langkah ada di depan,” ungkapnya eksklusif.

“Sementara sebagian besar tim Singapura lain adalah baru dan kurang pengalaman. Kami juga aktif scrim dengan tim Indonesia dan Filipina yang membuat level permainan EVOS SG tetap berada di atas,” tambah dia.

EVOS SG ungkap masalah RSG SG

RSG yang notabene selalu jadi rival EVOS SG, malah dihajar 3-0 oleh Soul Dkk. Banyak yang heran karena RSG sebenarnya juga tak banyak mengubah rosternya.

“Walau kami menang 3-0 di grand final, tapi dua game pertama terbilang ketat. Kami hanya mendapat momentum teamfight yang baik dan berhasil membalikkan kondisi. Saya percaya sebenarnya RSG bisa menang di dua game tersebut jika lebih disiplin,” tutur Soul.

Screenshot of EVOS SG and RSG SG in the MPL SG S1 Grand Final

EVOS SG RSG SGnScreenshot by Joseph Asuncion/ONE Esports

“Salah satu masalah mereka adalah kehilangan shoutcaller yakni tank-nya Kayzeepi. Sehingga mereka kesulitan comeback ketika tertekan,” pungkas dia.